PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare menyelenggarakan kegiatan Bedah Artikel Mahasiswa PAI pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Ruang Kelas Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan ini mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Argumentasi, Metode, dan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa.”
Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI sebagai bagian dari penguatan suasana akademik di luar perkuliahan. Bedah artikel dilaksanakan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mempresentasikan, mendiskusikan, dan memperbaiki artikel ilmiah yang telah disusun melalui masukan langsung dari dosen dan peserta kegiatan.
Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Andi Muhammad Asbar, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kemampuan menulis dan menelaah artikel ilmiah merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan berdasarkan data serta sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Budaya akademik perlu dibangun melalui kegiatan yang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk membaca, menulis, berdiskusi, dan menyampaikan argumentasi. Melalui kegiatan bedah artikel ini, mahasiswa diharapkan semakin terbiasa menerima masukan dan melakukan perbaikan terhadap karya ilmiahnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Andi Muhammad Asbar, S.Pd.I., M.Pd.I. juga bertindak sebagai pembina sekaligus pemateri. Ia menjelaskan beberapa komponen penting dalam penulisan artikel ilmiah, seperti kesesuaian judul dengan isi, kejelasan latar belakang, ketepatan rumusan masalah, penggunaan metode penelitian, kekuatan argumentasi, pembahasan hasil, serta ketepatan penulisan sitasi dan daftar pustaka.
Menurutnya, salah satu persoalan yang sering ditemukan dalam tulisan mahasiswa adalah belum kuatnya hubungan antara permasalahan, teori, metode, dan hasil pembahasan.
“Artikel ilmiah yang baik tidak hanya tersusun dengan bahasa yang formal, tetapi juga harus memiliki alur argumentasi yang jelas. Setiap pendapat perlu didukung oleh teori, data, dan referensi yang relevan. Mahasiswa juga harus memastikan bahwa metode yang digunakan sesuai dengan masalah yang dikaji,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Beberapa mahasiswa diberikan kesempatan mempresentasikan rancangan artikel yang telah dibuat. Artikel tersebut kemudian dibahas bersama, mulai dari aspek substansi, sistematika penulisan, ketepatan metode, penggunaan sumber rujukan, hingga konsistensi antara hasil penelitian dan kesimpulan.
Selain memperoleh masukan dari pembina, mahasiswa juga dilibatkan dalam memberikan tanggapan terhadap artikel yang dipresentasikan. Proses tersebut bertujuan melatih keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menilai karya secara objektif, serta keterbukaan menerima kritik dan saran dalam lingkungan akademik.
Salah seorang peserta, Lukmanul Hakim, mahasiswa PAI semester VI, menyampaikan bahwa kegiatan bedah artikel membantunya memahami kekurangan yang masih terdapat dalam tulisan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui bagian artikel yang perlu diperbaiki, terutama dalam menyusun argumentasi, memilih metode, dan menghubungkan teori dengan hasil pembahasan. Masukan dari pemateri juga membuat kami lebih memahami standar penulisan artikel ilmiah,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa PAI untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih sistematis, kritis, dan berkualitas. Selain mendukung penyelesaian tugas akademik, kemampuan tersebut juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi dan mempublikasikan artikel pada jurnal ilmiah.
Melalui pelaksanaan kegiatan akademik di luar perkuliahan secara berkelanjutan, Prodi PAI IAIN Parepare berkomitmen membangun suasana akademik yang aktif dan inovatif. Kegiatan ini juga mendukung visi keilmuan Prodi PAI dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing, berkarakter religius, moderat, dan mampu merespons perkembangan Pendidikan Agama Islam secara ilmiah dan futuristik. (hfs)