PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare menyelenggarakan Pelatihan Microteaching Kreatif pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Ruang Microteaching Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan yang mengusung tema “Praktik Mengajar PAI yang Komunikatif, Aktif, dan Berpusat pada Peserta Didik” ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari kegiatan akademik di luar perkuliahan yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai keterampilan dasar mengajar, tetapi juga mendapat kesempatan mempraktikkan pembelajaran secara langsung.
Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Andi Muhammad Asbar, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kemampuan mengajar perlu dibangun melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa PAI harus memiliki kemampuan mengelola pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Mahasiswa Prodi PAI tidak hanya dituntut menguasai materi keislaman, tetapi juga harus mampu menyampaikannya secara menarik dan mudah dipahami. Pelatihan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keterampilan mengajar sebelum terjun langsung ke lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Henni Sukmawati, M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan beberapa keterampilan penting dalam microteaching, antara lain membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi, mengajukan pertanyaan, memberikan penguatan, menggunakan media, mengelola kelas, serta melakukan evaluasi pembelajaran.
Menurut Dr. Henni Sukmawati, pembelajaran PAI perlu dirancang dengan melibatkan peserta didik secara aktif. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
“Pembelajaran yang baik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan menghubungkan materi dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa perlu melatih kemampuan mengajar yang tidak monoton dan benar-benar berpusat pada peserta didik,” jelasnya.
Setelah menerima materi, mahasiswa mengikuti praktik microteaching secara bergantian. Peserta berlatih melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi PAI, menggunakan metode dan media pembelajaran, serta memberikan evaluasi sederhana. Setiap penampilan kemudian memperoleh tanggapan dan masukan dari pemateri.
Salah seorang peserta, Siti Rahmawati, mahasiswa Prodi PAI semester VI, mengaku memperoleh pengalaman baru dalam merancang dan mempraktikkan pembelajaran.
“Pelatihan ini membantu kami memahami bahwa mengajar bukan hanya berdiri dan menjelaskan materi. Kami juga harus mampu membangun komunikasi, mengaktifkan peserta didik, mengelola waktu, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan di Ruang Microteaching Fakultas Tarbiyah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih dalam lingkungan yang menyerupai kondisi pembelajaran di kelas. Mahasiswa juga dapat mengevaluasi kekuatan dan kekurangan masing-masing melalui masukan yang diberikan setelah praktik.
Melalui Pelatihan Microteaching Kreatif ini, Prodi PAI IAIN Parepare terus berupaya membangun suasana akademik yang aktif, aplikatif, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya calon guru PAI yang religius, moderat, inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. (hfs)