Skip ke Konten

Kajian Moderasi Beragama Dorong Mahasiswa Prodi PAI Menjadi Pengguna Media Sosial yang Bertanggung Jawab

23 November 2025 oleh
IAIN Parepare, Hafis

PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare menyelenggarakan kegiatan Kajian Moderasi Beragama di Media Sosial pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Ruang Kelas Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Komunikasi Keagamaan yang Santun, Damai, dan Bertanggung Jawab.”

Kajian tersebut diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI sebagai bagian dari kegiatan akademik di luar perkuliahan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya moderasi beragama serta membangun kesadaran dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara bijaksana melalui media sosial.

Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Rustan Efendy, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa media sosial telah menjadi salah satu ruang utama bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi keagamaan. Oleh karena itu, mahasiswa PAI sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan literasi digital dan komunikasi keagamaan yang bertanggung jawab.

“Mahasiswa PAI tidak cukup hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan bahasa yang santun, menyejukkan, dan tidak menimbulkan perpecahan. Media sosial harus menjadi ruang untuk menyebarkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan persaudaraan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Prodi PAI dalam membentuk lulusan yang berkarakter religius, moderat, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Kajian ini menghadirkan Dr. H. Sudirman, M.A. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial memberikan peluang yang besar bagi penyebaran pengetahuan keagamaan. Namun, kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan persoalan apabila informasi yang disampaikan tidak diperiksa kebenarannya atau menggunakan bahasa yang provokatif.

“Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang dibagikan. Mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memahami konteks, serta mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan dan komentar yang disampaikan,” jelas Sudirman.

Lebih lanjut, ia menguraikan beberapa prinsip komunikasi keagamaan di media sosial, yaitu menyampaikan informasi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, menghindari ujaran kebencian, menghargai perbedaan pendapat, tidak mudah menghakimi pihak lain, serta mengedepankan dialog yang santun dan argumentatif.

Menurutnya, moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap ajaran agama, melainkan membangun cara beragama yang seimbang, adil, dan menghargai kehidupan bersama.

“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam keyakinan sekaligus mampu menghormati orang lain. Sikap tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berkomunikasi di ruang digital,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai berbagai fenomena keagamaan di media sosial, seperti penyebaran berita yang belum terverifikasi, perdebatan keagamaan, penggunaan potongan ceramah tanpa konteks, serta munculnya konten yang mengarah pada intoleransi.

Salah seorang peserta, Muhammad Fadli, mahasiswa PAI semester V, menyampaikan bahwa kajian tersebut memberikan pemahaman baru mengenai tanggung jawab mahasiswa dalam menggunakan media sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami memahami bahwa menyampaikan pesan agama di media sosial tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga etika. Kami harus lebih berhati-hati dalam membagikan informasi dan menggunakan bahasa yang tidak menyinggung atau memecah belah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena mahasiswa PAI tidak hanya dipersiapkan menjadi guru, tetapi juga menjadi teladan dalam menyampaikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Melalui kajian ini, Prodi PAI IAIN Parepare berharap mahasiswa mampu menjadi pengguna media sosial yang kritis, santun, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun suasana akademik yang relevan dengan perkembangan zaman serta memperkuat visi keilmuan Prodi PAI dalam menghasilkan lulusan yang religius, moderat, inovatif, dan berdaya saing. (hfs) 

di dalam Berita PAI
IAIN Parepare, Hafis 23 November 2025
Share post ini
Label
Arsip