Skip ke Konten

Pelatihan Asesmen Digital Prodi PAI Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa Menyusun Evaluasi Pembelajaran Interaktif

20 Oktober 2025 oleh
IAIN Parepare, Hafis

PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Parepare menyelenggarakan Pelatihan Asesmen Digital Pembelajaran PAI pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Ruang Kelas Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan yang mengangkat tema “Pembuatan Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Platform Digital Sederhana” ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu kegiatan akademik di luar perkuliahan yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang evaluasi pembelajaran secara kreatif, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai bentuk asesmen digital yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman, partisipasi, dan perkembangan belajar peserta didik.

Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Rustan Efendy, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kemampuan menyusun asesmen merupakan bagian penting dari kompetensi calon guru Pendidikan Agama Islam. Menurutnya, evaluasi pembelajaran tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan nilai, tetapi juga memberikan gambaran mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.

“Mahasiswa Prodi PAI perlu memahami bahwa asesmen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dapat membantu guru menyusun evaluasi yang lebih menarik, efisien, dan mampu memberikan umpan balik secara cepat kepada peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan platform digital harus tetap mempertimbangkan tujuan pembelajaran, kemudahan akses, kondisi peserta didik, dan prinsip keadilan dalam penilaian. Teknologi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ahdar, M.Pd.I. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar penyusunan asesmen, mulai dari menentukan tujuan, menyusun indikator, memilih bentuk soal, menetapkan kriteria penilaian, hingga menganalisis hasil evaluasi.

Menurut Dr. Ahdar, asesmen digital dapat dikembangkan melalui platform sederhana yang mudah digunakan oleh guru dan peserta didik. Platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat kuis interaktif, soal pilihan ganda, pertanyaan reflektif, survei pemahaman, dan evaluasi berbasis permainan.

“Asesmen yang baik harus mampu mengukur kompetensi peserta didik secara tepat. Penggunaan platform digital dapat membuat evaluasi lebih menarik, tetapi kualitas pertanyaan, kesesuaian indikator, dan kejelasan instruksi tetap menjadi hal utama,” jelasnya.

Selain memperoleh penjelasan konseptual, mahasiswa juga mengikuti praktik membuat instrumen evaluasi digital. Peserta diarahkan menyusun pertanyaan berdasarkan tujuan pembelajaran PAI, memasukkannya ke dalam platform yang dipilih, mengatur waktu pengerjaan, serta mencoba fitur pemberian skor dan umpan balik.

Mahasiswa turut mendiskusikan beberapa kendala yang dapat muncul dalam pelaksanaan asesmen digital, seperti keterbatasan perangkat, jaringan internet, perbedaan kemampuan teknologi peserta didik, serta risiko peserta hanya berfokus pada skor. Pemateri menekankan pentingnya memadukan asesmen digital dengan observasi, penugasan, praktik, dan refleksi agar penilaian pembelajaran PAI tetap berlangsung secara menyeluruh.

Salah seorang peserta, Nur Afifah, mahasiswa Prodi PAI semester V, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat bagi mahasiswa calon guru.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memahami teori penilaian, tetapi juga langsung belajar membuat evaluasi digital. Kami menjadi lebih mengetahui cara menyusun soal yang sesuai indikator dan memberikan umpan balik yang membantu peserta didik,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan platform, praktik mandiri, diskusi, dan presentasi singkat hasil kerja mahasiswa. Peserta memperoleh masukan langsung dari pemateri mengenai kualitas soal, kesesuaian bentuk evaluasi, dan kemudahan penggunaan instrumen.

Melalui Pelatihan Asesmen Digital Pembelajaran PAI, Prodi PAI IAIN Parepare berharap mahasiswa semakin siap merancang evaluasi pembelajaran yang inovatif, objektif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik. Kegiatan ini sekaligus mendukung terwujudnya calon pendidik yang religius, moderat, adaptif, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. (hfs) 

di dalam Berita PAI
IAIN Parepare, Hafis 20 Oktober 2025
Share post ini
Label
Arsip