Skip ke Konten

Kajian Inovasi Pembelajaran Dorong Mahasiswa Prodi PAI Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk dan Teknologi Digital

22 Februari 2026 oleh
IAIN Parepare, Hafis

PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Parepare menyelenggarakan Kajian Inovasi Pembelajaran PAI pada Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di Ruang Kelas Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengembangkan Pembelajaran PAI Berbasis Kecerdasan Majemuk dan Teknologi Digital.”

Kajian ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI sebagai bagian dari kegiatan akademik di luar perkuliahan. Pelaksanaannya bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman potensi peserta didik sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Andi Muhammad Asbar, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa calon guru PAI perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan karakter peserta didik dan perkembangan lingkungan belajar.

“Mahasiswa Prodi PAI harus memahami bahwa setiap peserta didik memiliki potensi, gaya belajar, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pembelajaran PAI perlu dikembangkan secara kreatif agar dapat menjangkau seluruh peserta didik dan tetap relevan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat digital, tetapi juga mencakup kemampuan guru dalam memilih metode, media, aktivitas, dan bentuk evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Muh. Saleh, M.Ag. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa pendekatan kecerdasan majemuk memberikan ruang bagi guru untuk mengenali berbagai potensi peserta didik, seperti kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, interpersonal, intrapersonal, kinestetik, musikal, dan naturalis.

Menurutnya, pembelajaran PAI akan lebih bermakna apabila materi disampaikan melalui kegiatan yang beragam dan tidak hanya berpusat pada metode ceramah.

“Peserta didik memiliki cara yang berbeda dalam memahami materi. Ada yang mudah belajar melalui penjelasan lisan, gambar, diskusi, praktik, permainan, maupun kegiatan reflektif. Guru PAI harus mampu merancang pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya,” jelas Dr. H. Muh. Saleh.

Ia juga menguraikan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran PAI, antara lain melalui penggunaan presentasi interaktif, video pembelajaran, kuis digital, sumber belajar daring, serta platform pembelajaran yang mendukung diskusi dan evaluasi. Namun, penggunaan teknologi tetap harus mempertimbangkan tujuan, kebutuhan peserta didik, etika, dan nilai-nilai pendidikan Islam.

Pelaksanaan kajian berlangsung secara interaktif. Mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mendiskusikan contoh inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan pada materi Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Peserta juga diarahkan untuk menyusun rancangan sederhana pembelajaran PAI yang memadukan kecerdasan majemuk dengan media digital.

Salah seorang peserta, Nurul Hikmah, mahasiswa Prodi PAI semester VI, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami pembelajaran PAI secara lebih luas dan aplikatif.

“Melalui kajian ini, kami memahami bahwa pembelajaran PAI dapat dirancang dengan banyak cara. Teknologi bukan sekadar pelengkap, tetapi dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik selama tetap sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan praktik mengajar dan menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin berkembang.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI IAIN Parepare berharap mahasiswa mampu merancang pembelajaran yang aktif, inklusif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Kajian tersebut sekaligus mendukung visi keilmuan Prodi PAI dalam menghasilkan lulusan yang religius, moderat, inovatif, berdaya saing, dan mampu menghadirkan Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada masa depan. (hfs) 

di dalam Berita PAI
IAIN Parepare, Hafis 22 Februari 2026
Share post ini
Label
Arsip