PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare menyelenggarakan Kajian Moderasi Beragama di Lingkungan Pendidikan pada Sabtu, 23 Maret 2024, bertempat di Masjid Al-Wasilah IAIN Parepare. Kegiatan ini mengangkat tema “Menumbuhkan Sikap Religius, Toleran, dan Menghargai Perbedaan.”
Kajian tersebut diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI sebagai bagian dari kegiatan akademik di luar perkuliahan. Pelaksanaannya diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya sikap moderat dalam kehidupan kampus dan lingkungan pendidikan yang memiliki beragam latar belakang, pandangan, serta karakter.
Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Dr. Rustan Efendy, M.Pd.I., menyampaikan bahwa mahasiswa PAI sebagai calon pendidik perlu memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus mampu membangun hubungan sosial yang damai dan saling menghargai.
“Mahasiswa Prodi PAI diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap religius harus berjalan seiring dengan toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lingkungan pendidikan merupakan ruang yang strategis untuk menanamkan nilai moderasi beragama. Calon guru PAI memiliki tanggung jawab untuk membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak, terbuka dalam berdialog, serta tidak mudah menyalahkan orang lain yang memiliki perbedaan pandangan.
Kegiatan ini menghadirkan H. Sudirman, M.A. sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara memahami dan mengamalkan ajaran agama secara seimbang, adil, serta tidak berlebihan.
“Moderasi beragama tidak berarti mengurangi keyakinan atau mencampuradukkan ajaran agama. Moderasi justru menuntun seseorang agar tetap teguh dalam keyakinannya, tetapi mampu menghormati hak, pandangan, dan keberadaan orang lain,” jelasnya.
Menurut H. Sudirman, sikap religius tidak hanya ditunjukkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga tercermin dalam perilaku sosial, seperti menghargai perbedaan, menjaga ucapan, menghindari sikap merasa paling benar, dan membangun kerja sama dalam kebaikan.
Ia juga mengajak mahasiswa agar mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan diskriminatif. Mahasiswa PAI diharapkan dapat menggunakan pendekatan dialogis ketika menghadapi perbedaan serta mengutamakan nilai persaudaraan dan kemaslahatan bersama.
Pelaksanaan kajian di Masjid Al-Wasilah berlangsung secara interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait penerapan moderasi beragama di lingkungan kampus, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pembahasan juga mencakup cara menyikapi perbedaan pemahaman keagamaan tanpa menimbulkan konflik.
Salah seorang peserta, Ilham, mahasiswa Prodi PAI semester IV, menyampaikan bahwa kajian tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan antara religiusitas dan toleransi.
“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa menjadi pribadi yang religius juga berarti mampu menghargai orang lain. Sebagai calon guru PAI, kami harus bisa menciptakan pembelajaran yang damai, tidak diskriminatif, dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk saling menghormati,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Prodi PAI diharapkan mampu mengembangkan sikap keagamaan yang santun, terbuka, dan bertanggung jawab. Kajian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Prodi PAI IAIN Parepare dalam membangun suasana akademik yang religius, moderat, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. (hfs)