Skip ke Konten

Kajian Literasi Keagamaan Digital Bekali Mahasiswa Prodi PAI Menyaring Informasi dan Mencegah Konten Intoleran

24 Maret 2025 oleh
IAIN Parepare, Hafis

PAI IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Parepare menyelenggarakan Kajian Literasi Keagamaan Digital pada Sabtu, 22 Maret 2025, di Ruang Kelas Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare. Kegiatan ini mengangkat tema “Menyaring Informasi Keagamaan dan Mencegah Penyebaran Konten Intoleran di Media Digital.”

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Prodi PAI tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menilai kebenaran informasi keagamaan, mengenali sumber yang kredibel, serta menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Ketua Prodi PAI, Dr. Rustan Efendy, M.Pd.I., menyampaikan bahwa mahasiswa calon guru perlu memiliki literasi digital yang kuat karena media sosial telah menjadi salah satu sumber utama informasi keagamaan bagi masyarakat.

“Mahasiswa Prodi PAI harus mampu membedakan informasi yang benar, menyesatkan, dan berpotensi menimbulkan intoleransi. Mereka juga perlu menjadi teladan dalam menyampaikan pesan agama yang santun, damai, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kajian ini menghadirkan Dr. H. Mukhtar Mas’ud, M.A. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan pentingnya memeriksa identitas penulis, sumber rujukan, konteks informasi, serta membandingkan isi konten dengan sumber lain sebelum membagikannya.

“Jangan mudah mempercayai informasi hanya karena menggunakan simbol atau bahasa keagamaan. Setiap informasi harus diperiksa sumber, konteks, dan kebenarannya agar kita tidak ikut menyebarkan kesalahpahaman maupun kebencian,” jelasnya.

Mahasiswa juga diajak mendiskusikan berbagai bentuk konten keagamaan di media digital, seperti berita tanpa sumber yang jelas, potongan ceramah tanpa konteks, ujaran kebencian, dan informasi yang menghakimi kelompok tertentu.

Salah seorang peserta, Muhammad Akbar, mahasiswa Prodi PAI semester IV, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantu mahasiswa lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi.

“Kajian ini mengajarkan kami untuk tidak langsung percaya atau membagikan informasi keagamaan. Kami harus memeriksa sumbernya dan memastikan bahwa konten tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman atau perpecahan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI IAIN Parepare berharap mahasiswa mampu menjadi pengguna media digital yang kritis, moderat, dan bertanggung jawab serta turut menyebarkan informasi keagamaan yang mendidik dan menyejukkan. (hfs) 

di dalam Berita PAI
IAIN Parepare, Hafis 24 Maret 2025
Share post ini
Label
Arsip